Jumat, 01 November 2019 07:44 WIB
Image

Tanggal 18 Oktober 2019 yang lalu Kementerian Ketenagakerjaan telah mencanangkan penerapan budaya 5S di lingkungan kerja. Dan diharapkan implementasinya dilaksanakan secara sistematis dan terorganisir dengan pendekatan proses perubahan sikap dari seluruh pegawai Kementerian Ketenagakerjaan.

5S adalah sebuah metode yang diterapkan untuk menciptakan suasana kerja yang rapi, bersih dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas kerja yang baik. 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shiteuke) berfungsi untuk mencegah serta memudahkan perusahaan dalam mendeteksi masalah yang akan timbul. Istilah 5S dalam Bahasa Indonesia yaitu ringkas, rapi, resik, rawat, dan rajin sudah banyak diimplementasikan di instansi pemerintah.

Seiring dengan semangat reformasi birokrasi khususnya pada impelentasi nilai-nilai budaya kerja, Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakjerjaan (Barenbang) melakukan langkah-langkah untuk menerapkan budaya bersih dan rapi di lingkungan kerja melalui penerapan 5S.

Langkah awal penerapan 5S di Barenbang dimulai dengan sosialisasi Implementasi 5S pada unit kerja di lingkungan Barenbang Ketenagakerjaan, dilanjutkan dengan penandatangan komitmen untuk menerapkan 5S di tempat kerja. Langkah konkrit dalam menerapkan 5S selanjutnya yaitu memilah barang-barang yang akan diringkas dengan memberikan tanda kertas warna yang berbeda-beda untuk barang-banrang dalam keadaan yang berbeda. Selanjutnya dilakukan penataan, pembersihan, perawatan, dan pemeliharaan keadaan barang-barang yang sudah tertata rapi dan teratur. Semua langkah dalam implementasi 5S didokumentasikan dengan baik, sehingga tahapan implementasi 5S dapat menjadi pemicu untuk selalu mengimplementasikan 5S.

Komentar