Selasa, 02 Oktober 2018 08:00 WIB
Image

Bisnis kedai dan kafe kopi makin berkembang pesat di Indonesia. Sayangnya, hal ini belum diimbangi ketersediaan Tenaga Barista yang menjadi salah satu profesi penting  dalam industri kopi.

Mengantisipasi hal tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan melalui Balai Besar Pengembangan Pasar Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (BBPPK dan PKK)  mengadakan pelatihan barista professional di berbagai daerah. Pelatihan ini bertujuan memberikan pengetahuan dan bekal dasar menjadi barista yang diharapkan mampu memperluas kesempatan kerja baru.

Dengan pelatihan intensif ini  peserta diarahkan agar menguasai dasar-dasar pengetahuan tentang kopi seperti sejarah, jenis kopi dan peluang usahanya. Juga dibekali teknik-teknik meracik dan menyeduh kopi mulai cupping, manual brew, espresso based, cappuccino serta latte art. Tidak hanya belajar meracik dan menyajikan kopi, para peserta pelatihan juga mendapatkan pendampingan dalam manajemen dan pengembangan bisnis.

Munculnya barista-barista baru yang kemungkinan besar tertarik membuka kafe kopi, diharapkan akan memberi efek baik bagi terserapnya pasar kerja baru. Setidaknya, jika satu barista mendirikan kafe, akan menarik dua pekerja baru mengelolanya.

Sampai saat ini setidaknya ada lebih dari 400 orang yang mengikuti pelatihan Barista yang digelar Kemnaker. Pelatihan ini diselenggarakan diberbagai daerah antara lain Jakarta, Bekasi, Bandung, Pemalang, Pekalongan, Semarang, Batang, Depok, Mojokerto, Magelang dan lain-lain.

Untuk menjamin kualitas peserta pelatihan barista, Kemnaker juga melakukan  uji kompetensi khusus bagi  peserta lulusan  pelatihan  yang diadakan BBPPK dan PKK, baik yang telah bekerja sebagai barista maupun peserta pelatihan yang berhasil membuka kedai/ café kopi di berbagai daerah.

Komentar