Kamis, 04 Oktober 2018 08:25 WIB
Image

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berkomitmen untuk terus meningkatkan penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) yang profesional bekerja di sektor-sektor formal sesuai jabatannya secara profesional, seperti hospitality (jasa pelayanan), perawat, migas, dan konstruks, serta terus meningkatkan dalam aspek perlindungan bagi PMI yang bekerja di luar negeri. Melalui perlindungannya yang semakin lebih baik, diharapkan dapat mengurangi kasus PMI yang terjadi di negara-negara penempatan.


Penurunan secara siginifikan persoalan PMI di luar negeri saat ini tidak terlepas dari semakin baiknya peran shelter yang berfungsi sebagai tempat perlindungan bag, serta adanya kerjasama yang baik dari berbagai pihak untuk mewujudkan penempatan dan perlindungan PMI yang semakin baik, antara Kemnaker, Kementerian Luar Negeri, dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dalam menyusun formula penempatan dan perlindungan PMI di luar negeri.

Khusus PMI untuk Negara Kuwait, saat ini permintaan pekerja yang sifatnya profesional jumlahnya meningkat dengan pesat,  sehingga harus ditangani secara serius dan disertai formula perlindungan yang bagusbaik.


Untuk diketahui, berdasarkan data resmi dari pemerintah Kuwait per 1 Juni 2017, jumlah PMI formal jumlahnya terus melesat. Sementara itu, PMI non formal jumlahnya terus menurun, walaupun secara keseluruhan masih banyak PMI non formal dibanding PMI formal.Jumlah PMI yang ada di Kuwait sebanyak 5.865 orang yang terdiri dari 2.100 orang PMI formal dan 3.765 PMI non formal.

Komentar