Kamis, 04 Oktober 2018 11:26 WIB
Image

Awal Februari 2018 Kementerian Ketenagakerjaan menandatangani Nota Kesepahamandengan Tahir Foundation dalam meningkatkan kompetensi calon pekerja migran Indonesia (CPMI) sehingga daya saing PMI di pasar kerja global terus meningkat. Dengan kesepakatan ini, Kemnaker menargetkan 5.000 PMI bisa mengkiuti pelatihan berbasis kompetensi di balai latihan kerja, dan sertifikasi di lembaga pelatihan kerja pemerintah dalam waktu 5 tahun ke depan.

Sebagai tindak lanjut dari Nota Kesepahaman tersebut pada Oktober 2018 dilakukan Penandatanganan Perjanjian Kersasama (PKS) antara Kementerian Ketenagakerjaan yang diwakili oleh Drs. Bambang Satrio Lelono, MA (Dirjen Bina Lattas) dan Ir. Maruli A. Hasoloan, M.A., Ph.D. (Dirjen Binapenta dan PKK),  dengan Dato’ Sri Prof. DR. Tahir, M.B.A. (Chairman Tahir Foundation), yang meliputi 8 point kesepakatan kerja sama yaitu penyusunan standard kompetensi kerja nasional Indonesia (SKKNI), pemetaan jabatan calon PMI, penyusunan analisis kebutuhan pelatihan (training need analysis), penyelenggaraan pelatihan berbasis kompetensi calon PMI, dan memfasilitasi penyelenggaraan sertifikasi kompetensi. 

Selain peningkatan kompetensi, substansi yang juga disepakati adalah penyediaan bantuan pembiayaan, peralatan pelatihan, pengembangan sarana dan prasarana sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan pelatihan, sertifikasi calon PMI, memfasilitasi pelaksanaan penempatan ke negara tujuan penempatan, serta pertukaran data dan informasi. 

Dalam 5 tahun ke depan, Kemnaker menargetkan 5.000 PMI bisa mengkiuti pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi di lembaga pelatihan kerja pemerintah. Lembaga pelatihan tersebut meliput, Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Semarang, Balai Latihan Kerja Dalam dan Luar Negeri (BLKDLN) Provinsi Jawa Tengah, Balai Besar Pengembangan Pasar Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (BBPPK dan PKK) Lembang, dan Unit Pelaksana Teknis Pelatihan Kerja Pertanian, Penyiapan dan Pengembangan Tenaga Kerja Luar Negeri (UPT PKPPPTKLN) Malang.

Peserta pelatihan melalui pilot project peningkatan kompetensi dan penempatan Calon PMI ini dibiayai sepenuhnya oleh Tahir Foundation dan Calon PMI tidak dipungut biaya. Selanjutnya, alumni pelatihan akan ditempatkan di Taiwan dengan jabatan pekerjaan Caregiver di pemberi kerja berbadan hukum (Yayasan/Panti Jompo). 

Pelaksanaan pelatihan perdana, akan digelar di 2 tempat yakni BLKDLN, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah, dan UPT PKPPPTKLN, Malang, Jawa Timur dengan jumlah total peserta sebanyak 80 orang.

Komentar